Lembah Tumpang Resort

Pintu Masuk Lembah Tumpang
Resort ini terletak relatif tidak jauh dari kota Malang namun karena lokasinya agak "tersembunyi" maka meskipun berjarak 12 Km dari Kota Malang atau  6 Km dari Tumpang banyak yang belum mengetahui.
Apalagi resort ini terbilang baru karena waktu penulis kesana sebagian masih dalam tahap pembangunan
Resort Lembah Tumpang
Resort  yang luasnya 20 Hektar ini mulai dibangun tahun 2014  resort yang berada di Desa Slamet  kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ini didalamnya  terdapat  Candi Buatan  juga kolam renang  dengan candi buatan juga ditengahnya  sedang airnya berasal dari sumber yang ada .Resort ini berada ditengah-tengah pedesaan dengan nuansa  jaman kerajaan Hindu Jawa  dengan  ornamen dan arsitektur  kerajaan yang mengingatkan kebesaran kerajaan Majapahit maupun Singosari . Arca dan Relief dewa-dewi berjajar mulai pintu masuk hingga sudut resort selain itu terdapat juga patung patung kontemporer .
Salah satu koleksi Patung
Selain kolam renang terdapat juga kolam yang sekitarnya terdapat patung patung dan ternyata di Lembah Tumpang juga terdapat air terjun meskipun kecil.
Sarana  menginap di lembah Tumpang tersedia berupa cottage cottage  yang terpisah dan juga dilengkapi pula dengan pendopo
Patung Ganesha
.  

Kolam dengan Patung disekitarnya
Teduh & Asri
Pendopo

Coban Jahe dan Coban Tarzan


Coban Jahe
Latar depan Coban Jahe
Poster River Tubing
 Lokasi coban Jahe dan coban Tarzan berdekatan ,kedua coban ini terletak di Tumpang kabupaten MalangRute jalan menuju air terjun Coban Jahe Malang, jika dari kota Malang patokannya setelah melewati gapura selamat datang di Kota Tumpang, ada penunjuk arah menuju Coban Jahe  tidak jauh dari gapura tersebut. Dari sini ada pertigaan jalan masuk ke arah kiri, menuju perkampungan penduduk. Jalan yang harus dilalui hingga lokasi air terjun masih sekitar 7 km lagi. Sepanjang jalur tidak banyak penunjuk jalan, jadi harus sering bertanya kepada penduduk setempat. Perlu diperhatikan jika 1,5 km sebelum lokasi air terjun Coban Jahe, rute jalan masih berupa jalan makadam. Beberapa bagian bahkan harus melewati pematang sawah. Jika sedang musim hujan kondisinya becek dan licin. Jadi tidak disarankan menggunakan kendaraan bermotor, lebih baik berjalan kaki sambil menikmati pemandangan sepanjang jalan.Di Coban Jahe terdapat sarana River Tubing dan kita juga bisa mengunjungi coban Tarzan yang relatif lebih kecil dimana jaraknya tidak terlalu jauh dari coban Jahe .Kalau ke coban Tarzan kita akan menyeberangi sungai kecil dengan dua jembatan bambu yang tersedia untuk sarana menyeberang

Jalan Setapak didekat coban
Jaga Kebersihan
Petunjuk Coban Tarzan
Coban Tarzan
Jembatan bambu di Coban Tarzan

Menanti Pelangi di Coban Pelangi

Setelah lebih dari  20 tahun tidak berkunjung ke coban Pelangi maka beberapa waktu yang lalu kami kembali mengunjunginya , alam coban Pelangi tetap asri tidak banyak berubah hanya sekarang kita tidak perlu masuk sungainya untuk menyeberang kelokasi air terjunnya  karena sudah disediakan jembatan bambu.

Coban Pelangi
Mejeng Berdua

Untuk menuju air terjun coban Pelangi kalau dari Malang kita harus  ke Tumpang dan dari sana kita lanjutkan ke desa Gubuk Klakah dimana jalan ini adalah jalan rute menuju ke Gunung Bromo
Selama perjalanan didesa Gubuk Klakah kita sudah bisa menikmati pemandangan dikanan kiri jalan selain
rumah penduduk juga hamparan kebun tebu maupun kebun apel.
Tidak jauh dari rest area jalan agak menyempit sehingga mobil yang lewat dan berpapasan harus bergantian lewatnya karena dikanan kiri terdapat jurang dan lembah yang cukup dalam tetapi pemandangannya luar biasa mempesona sekali.
Pintu gerbang dan loket masuk area coban Pelangi terletak disebelah kanan jalan harga tiket masuk waktu itu
untuk WNI Rp. 8.000,-- per orang relatif murah sedang untuk WNA dikenakan tarif lebih mahal.
Jalan menuju air terjun berupa jalan tanah dan sebagian sudah berundak betonan dan juga bebatuan
Tumbuhan yang tertata alami
jadi dengan jalan santai sambil menghirup udara segar perjalanan kearea air terjun tidaklah terlalu sulit.
Pengunjung juga bisa melepas lelah sambil menikmati jajanan dan minuman yang tersedia di beberapa warung disepanjang perjalanan dimana  juga tersedia toilet & mushola .

Air yang mengalir dari air terjun membentuk sungai yang cukup deras dan suara alirannya terdengar jelas.
Tumbuh tumbuhan liar dan bebatuan dikanan kiri jalan adalah ciri khas alam seputar air terjun tetapi ada juga sebagian tanaman yang tertata rapi secara alami .
Setengah jam perjalanan dari pintu masuk sampailah kami dilokasi air terjun meskipun mendekati kemarau
debit air yang mengalir kebawah masih sangat deras sehingga percikan airnya cukup bisa membasahi badan meskipun berdiri dari kejauhan .
Merah diantara hijau dedaunan
Didekat pondok kayu yang digunakan untuk sarana berteduh terdapat  tanaman dengan daun daun berwarna merah yang  menjadikan latar depan air terjun semakin indah .
Dinding air terjun tempat Pelangi menampakkan diri
Sayang  pelangi yang kami nantikan seperti beberapa waktu yang silam muncul di sekitar air terjun ternyata
tidak kunjung tiba, tetapi hal tersebut tidak jadi masalah karena indah dan asrinya alam coban Pelangi yang tidak pernah membosankan meskipun dikunjungi berkali kali.


Jembatan Bambu
 

Trip Ke Pulau Komodo

Agak panik juga ketika ada pemberitahuan bahwa pesawat yang akan kami tumpangi diajukan jam penerbangannya dari Surabaya ke Denpasar dari jam 10.00 WIB menjadi jam 6.00 WIB , wah jadi bangun dini hari nih.
Tiba di Bandara Komodo   
 Tapi bersyukur akhirnya sore itu kami tiba dengan selamat di Bandara Komodo malamnya
Dermaga kayu  Pulau Kanawa
kami menginap dulu di hotel dan sore hari menjelang malam adalah waktu yang tidak kami sia siakan karena kami bisa menikmati indahnya sunset Labuhan Bajo yang ternyata memang luar biasa indahnya
Salah Satu Gugusan Pulau di Komodo
Sunset di Labuan Bajo
Setelah matahari tenggelam tiba waktunya kami menikmati wisata kuliner yang cukup terkenal yaitu wisata kuliner Kampung Ujung yang terletak dipinggir laut dekat dengan dermaga menu ikan segar tentu yang menjadi "sasaran" kami ada ikan kerapu,ikan kakap merah & cumi cumi kami pilih dibakar wah ternyata benar benar lezat. Trip kali ini kami menggunakan jasa Trip Indahnesia dengan Live on Board 3 hari 2 malam Pagi hari kami berkumpul dimeeting point yang telah ditentukan , tepat jam 9.00 WIT Kapal Motor yang kami tumpangi berangkat menuju destinasi I yaitu Pulau Kanawa , Kapal motor berisi 10 penumpang , 3 awak kapal dan 1 Tour Leader kapal motor ini tidak terlalu besar tapi memiliki dua kamar kabin ber AC ,  lengkap dengan dapur , toilet dan juga dek atas.
Lepas dari dermaga kami sudah bisa menikmati indahnya laut diperairan Komodo dengan gugusan pulau pulaunya .Tidak sampai dua jam kami telah tiba di Pulau Kanawa , kapal bersandar dan kami melewati
Pemandangan dari atas bukit P.Kanawa
dermaga kayu menuju kepulau  dan sebelum aktivitas snorkeling kami tracking dulu kebukit untuk melihat panorama  dari atas tampak cottage cottage dipulau yg bisa disewa & view sekitar pulau & laut yg biru.
Pose didepan kapal Indahnesia
Ikan Segar Kuliner Kampung Ujung
Setelah puas kami turun kembali ke pantai dan langsung menikmati aktivitas snorkeling dengan jernihnya
laut dan masih terawatnya terumbu karang maka kitabisa melihat indahnya ikan hias warna warni diantara
Gili Lawa Darat
batuan karang.Setelah makan siang tepat jam 14.30 perjalanan berlanjut menuju ke Gili Lawa Darat perjalanan ditempuh kurang lebih dua jam. Tiba dipantai Gili Lawa Darat terik matahari menyengat sekali ,dari pantai sudah tampak puncak Gili Lawa yang lumayan tinggi & terjal perjalanan menuju puncak kami tunda menunggu terik matahari berkurang karena rencana diatas nantinya kita akan lihat sunset.
Snorkeling di Manta Point
Setelah sinar matahari mulai redup kami lanjutkan perjalanan kepuncak dengan medan berbukit gundul , lumayan perjalanan itu bisa membikin ngos ngosan bagi yang tidak biasa tracking namun perjalanan tracking terbayar setelah sampai puncak luar biasa pemandangannya indah sekali paduan bukit dan lautan
Sunset di Gili Lawa Darat
yang mirip danau dan padang rumput
Lekuk Bukit Gili Lawa Darat
Gili Lawa Darat
. Tak memakan waktu lama mataharipun mulai beringsut tenggelam wow......sunsetpun tiba ....indah silhuet nya ,setelah selesai menikmati sunset kami turun dan kembali kekapal live on board istirahat & tidur dikapal.
Hari kedua acara dimulai dengan menuju ke Pulau Padar kami berangkat pagi sekali untuk" mengejar" sunrise  ,pulau yang telah menjadi ikon tersendiri bagi taman wisata Komodo , rasanya belum ke Komodo kalau belum berfoto di Padar.Usaha kapten kapal untuk tiba di Pulau Padar tepat waktu sunset tidak sia sia karena pada saat pendakian matahari mulai pelan pelan muncul diufuk timur karena masih pagi dan dingin maka perjalanan kepuncak hanya butuh waktu kurang dari setengah jam dan tepat sampai dipuncak kami bisa menikmati sunrise dengan sempurna dan wow Pulau Padar  seperti cakar yang mencengkram tiga lautan...sangat sangat indahnya rupanya inilah Pulau terindah di Indonesia .
Jalur Tracking di Gili Lawa Darat
  Perjalanan berikutnya adalah menuju Manta Point untuk snorkeling sepanjang perjalanan dari Pulau Padar ke Manta Point  suguhan panorama pulau pulau kecil dengan laut yang jernih merupakan pemandangan yang sulit dilukiskan dengan kata kata betapa kaya dan indahnya Indonesia .
Sunrise di Pulau Padar
Dinamakan Manta Point karena rupanya diwilayah ini tempat berkumpulnya ikan Manta ,ternyata
benar setelah sang kapten kapal memberi komando untuk berhenti, dari atas kapal sudah terlihat beberapa
ekor ikan Manta berseliweran dan tanpa dikomando lagi peserta trip ramai ramai menceburkan diri dan mulai hunting foto dengan kamera gopro nya masing masing hasilnya luar biasa Manta yang jinak  seakan memberi sambutan selamat datang dan bersedia untuk wefie bersama .....amazing.....Ikan Manta  siripnya
menggapai gapai seperti gerakan burung yang terbang.
Di Puncak Pulau Padar
Puas bercengkrama dengan Manta perjalanan kami lanjutkan ke Pink Beach ,  Pulau Kalong, Pulau Namo & Karang Sembilan.Aktivitas kami di Pink Beach adalah snorkeling pasir pantainya sebagian memang berwarna pink yang terbentuk dari pecahan karang ,lautnya cukup jernih sehingga warna warni ikan dan terumbu karangnya dengan peralatan snorkeling atau selam  terlihat jelas apalagi kalau kita mau menyelam lebih dalam . Yang pantainya benar benar kelihatan Pink adalah pantai Namo , warna pinknya lebih dibanding dengan Pink Beach , mungkin bisa seperti itu karena pantai ini lebih jarang dikunjungi dibanding Pink Beach
Pink Beach
kami saja waktu itu hanya menikmati keindahannya dari kapal karena untuk turun waktu itu ombaknya relatif cukup besar sedang laut pantainya lumayan dalam. Perjalanan selanjutnya ke Pulau Kalong ,pulau yang dipenuhi dengan pohon bakau siang itu tidak nampak seekor kalong pun ,ternyata setelah kapal kami
Namo Beach
Pulau Karang Sembilan
Pulau Kalong
Foto dekat Komodo
Di Pulau Kelor
Dermaga Komodo tampak dari bukit
Prasasti New 7 Wonders
mendekat dan awak kapal masuk kedalam pulau entah apa yang dikerjakannya ternyata tidak berapa lama dari dalam hutan bakau beterbangan ratusan kalong ( kelelawar) yang berukuran cukup besar mengitari pulau.Hari Ketiga hari terakhir kami menjelajah taman nasional Komodo tentunya  Pulau Komodo menjadi tujuan pertama kami, setelah registrasi kami mendapat pengarahan dari ranger apa yang boleh & tidak boleh selama tracking di Pulau Komodo & kami diperbolehkan memilih salah satu jalur yaitu jalur Short,Medium atau Long , dan kami putuskan memilih jalur short saja karena tujuan utamanya kan melihat komodo bukan sekedar tracking dan menurut ranger saat itu komodo yang lagi ngumpul ada di jalur short (pendek) didekat dapur.Benar jalur pendek trackingnya tidak terlalu berat setelah diajak naik kebukit untuk menyaksikan dermaga dari atas maka kita diajak turun dan tak berapa lama kita sudah bisa menjumpai beberapa komodo , istimewanya saat itu kami bisa melihat dua komodo seperti sedang berkelahi , menurut ranger momen itu jarang terjadi dan ternyata komodo tersebut
Paduan warna Biru,Putih,Hijau,Tosca & Pink
sedang kawin.Sebelum kembali ke Labuan Bajo kami mampir dulu ke pulau Kelor untuk melihat sunset ,pulau Kelor memiliki bukit yang tidak terlalu tinggi dan mudah untuk didaki , kita juga bisa snorkeling di pulau ini , yang unik didepan pulau ini tampak bukit daratan pulau Flores yang lekuk bukitnya mirip dengan gunung Batok
di Gunung Bromo Jawa Timur ,paduan laut yang tenang dan bukit bukit ini sangat indah. Puas menikmati sunset di Pulau Kelor kapal kami langsung berangkat menuju ke Labuan Bajo dan sepanjang perjalanan pulang ini kami menikmati  Bulan Purnama dari kapal dan kerlap kerlip lampu kota Labuan Bajo , sungguh suatu perjalanan yang sangat mengesankan , Terima Kasih Tuhan untuk kesempatan yang diberikan kami bisa menikmati indahnya alam ciptaanMu.
   
 
Di Pulau Kelor
Dimuat di Harian Surya 5-11-2016