Menanti Pelangi di Coban Pelangi

Setelah lebih dari  20 tahun tidak berkunjung ke coban Pelangi maka beberapa waktu yang lalu kami kembali mengunjunginya , alam coban Pelangi tetap asri tidak banyak berubah hanya sekarang kita tidak perlu masuk sungainya untuk menyeberang kelokasi air terjunnya  karena sudah disediakan jembatan bambu.

Coban Pelangi
Mejeng Berdua

Untuk menuju air terjun coban Pelangi kalau dari Malang kita harus  ke Tumpang dan dari sana kita lanjutkan ke desa Gubuk Klakah dimana jalan ini adalah jalan rute menuju ke Gunung Bromo
Selama perjalanan didesa Gubuk Klakah kita sudah bisa menikmati pemandangan dikanan kiri jalan selain
rumah penduduk juga hamparan kebun tebu maupun kebun apel.
Tidak jauh dari rest area jalan agak menyempit sehingga mobil yang lewat dan berpapasan harus bergantian lewatnya karena dikanan kiri terdapat jurang dan lembah yang cukup dalam tetapi pemandangannya luar biasa mempesona sekali.
Pintu gerbang dan loket masuk area coban Pelangi terletak disebelah kanan jalan harga tiket masuk waktu itu
untuk WNI Rp. 8.000,-- per orang relatif murah sedang untuk WNA dikenakan tarif lebih mahal.
Jalan menuju air terjun berupa jalan tanah dan sebagian sudah berundak betonan dan juga bebatuan
Tumbuhan yang tertata alami
jadi dengan jalan santai sambil menghirup udara segar perjalanan kearea air terjun tidaklah terlalu sulit.
Pengunjung juga bisa melepas lelah sambil menikmati jajanan dan minuman yang tersedia di beberapa warung disepanjang perjalanan dimana  juga tersedia toilet & mushola .

Air yang mengalir dari air terjun membentuk sungai yang cukup deras dan suara alirannya terdengar jelas.
Tumbuh tumbuhan liar dan bebatuan dikanan kiri jalan adalah ciri khas alam seputar air terjun tetapi ada juga sebagian tanaman yang tertata rapi secara alami .
Setengah jam perjalanan dari pintu masuk sampailah kami dilokasi air terjun meskipun mendekati kemarau
debit air yang mengalir kebawah masih sangat deras sehingga percikan airnya cukup bisa membasahi badan meskipun berdiri dari kejauhan .
Merah diantara hijau dedaunan
Didekat pondok kayu yang digunakan untuk sarana berteduh terdapat  tanaman dengan daun daun berwarna merah yang  menjadikan latar depan air terjun semakin indah .
Dinding air terjun tempat Pelangi menampakkan diri
Sayang  pelangi yang kami nantikan seperti beberapa waktu yang silam muncul di sekitar air terjun ternyata
tidak kunjung tiba, tetapi hal tersebut tidak jadi masalah karena indah dan asrinya alam coban Pelangi yang tidak pernah membosankan meskipun dikunjungi berkali kali.


Jembatan Bambu
 

Trip Ke Pulau Komodo

Agak panik juga ketika ada pemberitahuan bahwa pesawat yang akan kami tumpangi diajukan jam penerbangannya dari Surabaya ke Denpasar dari jam 10.00 WIB menjadi jam 6.00 WIB , wah jadi bangun dini hari nih.
Tiba di Bandara Komodo   
 Tapi bersyukur akhirnya sore itu kami tiba dengan selamat di Bandara Komodo malamnya
Dermaga kayu  Pulau Kanawa
kami menginap dulu di hotel dan sore hari menjelang malam adalah waktu yang tidak kami sia siakan karena kami bisa menikmati indahnya sunset Labuhan Bajo yang ternyata memang luar biasa indahnya
Salah Satu Gugusan Pulau di Komodo
Sunset di Labuan Bajo
Setelah matahari tenggelam tiba waktunya kami menikmati wisata kuliner yang cukup terkenal yaitu wisata kuliner Kampung Ujung yang terletak dipinggir laut dekat dengan dermaga menu ikan segar tentu yang menjadi "sasaran" kami ada ikan kerapu,ikan kakap merah & cumi cumi kami pilih dibakar wah ternyata benar benar lezat. Trip kali ini kami menggunakan jasa Trip Indahnesia dengan Live on Board 3 hari 2 malam Pagi hari kami berkumpul dimeeting point yang telah ditentukan , tepat jam 9.00 WIT Kapal Motor yang kami tumpangi berangkat menuju destinasi I yaitu Pulau Kanawa , Kapal motor berisi 10 penumpang , 3 awak kapal dan 1 Tour Leader kapal motor ini tidak terlalu besar tapi memiliki dua kamar kabin ber AC ,  lengkap dengan dapur , toilet dan juga dek atas.
Lepas dari dermaga kami sudah bisa menikmati indahnya laut diperairan Komodo dengan gugusan pulau pulaunya .Tidak sampai dua jam kami telah tiba di Pulau Kanawa , kapal bersandar dan kami melewati
Pemandangan dari atas bukit P.Kanawa
dermaga kayu menuju kepulau  dan sebelum aktivitas snorkeling kami tracking dulu kebukit untuk melihat panorama  dari atas tampak cottage cottage dipulau yg bisa disewa & view sekitar pulau & laut yg biru.
Pose didepan kapal Indahnesia
Ikan Segar Kuliner Kampung Ujung
Setelah puas kami turun kembali ke pantai dan langsung menikmati aktivitas snorkeling dengan jernihnya
laut dan masih terawatnya terumbu karang maka kitabisa melihat indahnya ikan hias warna warni diantara
Gili Lawa Darat
batuan karang.Setelah makan siang tepat jam 14.30 perjalanan berlanjut menuju ke Gili Lawa Darat perjalanan ditempuh kurang lebih dua jam. Tiba dipantai Gili Lawa Darat terik matahari menyengat sekali ,dari pantai sudah tampak puncak Gili Lawa yang lumayan tinggi & terjal perjalanan menuju puncak kami tunda menunggu terik matahari berkurang karena rencana diatas nantinya kita akan lihat sunset.
Snorkeling di Manta Point
Setelah sinar matahari mulai redup kami lanjutkan perjalanan kepuncak dengan medan berbukit gundul , lumayan perjalanan itu bisa membikin ngos ngosan bagi yang tidak biasa tracking namun perjalanan tracking terbayar setelah sampai puncak luar biasa pemandangannya indah sekali paduan bukit dan lautan
Sunset di Gili Lawa Darat
yang mirip danau dan padang rumput
Lekuk Bukit Gili Lawa Darat
Gili Lawa Darat
. Tak memakan waktu lama mataharipun mulai beringsut tenggelam wow......sunsetpun tiba ....indah silhuet nya ,setelah selesai menikmati sunset kami turun dan kembali kekapal live on board istirahat & tidur dikapal.
Hari kedua acara dimulai dengan menuju ke Pulau Padar kami berangkat pagi sekali untuk" mengejar" sunrise  ,pulau yang telah menjadi ikon tersendiri bagi taman wisata Komodo , rasanya belum ke Komodo kalau belum berfoto di Padar.Usaha kapten kapal untuk tiba di Pulau Padar tepat waktu sunset tidak sia sia karena pada saat pendakian matahari mulai pelan pelan muncul diufuk timur karena masih pagi dan dingin maka perjalanan kepuncak hanya butuh waktu kurang dari setengah jam dan tepat sampai dipuncak kami bisa menikmati sunrise dengan sempurna dan wow Pulau Padar  seperti cakar yang mencengkram tiga lautan...sangat sangat indahnya rupanya inilah Pulau terindah di Indonesia .
Jalur Tracking di Gili Lawa Darat
  Perjalanan berikutnya adalah menuju Manta Point untuk snorkeling sepanjang perjalanan dari Pulau Padar ke Manta Point  suguhan panorama pulau pulau kecil dengan laut yang jernih merupakan pemandangan yang sulit dilukiskan dengan kata kata betapa kaya dan indahnya Indonesia .
Sunrise di Pulau Padar
Dinamakan Manta Point karena rupanya diwilayah ini tempat berkumpulnya ikan Manta ,ternyata
benar setelah sang kapten kapal memberi komando untuk berhenti, dari atas kapal sudah terlihat beberapa
ekor ikan Manta berseliweran dan tanpa dikomando lagi peserta trip ramai ramai menceburkan diri dan mulai hunting foto dengan kamera gopro nya masing masing hasilnya luar biasa Manta yang jinak  seakan memberi sambutan selamat datang dan bersedia untuk wefie bersama .....amazing.....Ikan Manta  siripnya
menggapai gapai seperti gerakan burung yang terbang.
Di Puncak Pulau Padar
Puas bercengkrama dengan Manta perjalanan kami lanjutkan ke Pink Beach ,  Pulau Kalong, Pulau Namo & Karang Sembilan.Aktivitas kami di Pink Beach adalah snorkeling pasir pantainya sebagian memang berwarna pink yang terbentuk dari pecahan karang ,lautnya cukup jernih sehingga warna warni ikan dan terumbu karangnya dengan peralatan snorkeling atau selam  terlihat jelas apalagi kalau kita mau menyelam lebih dalam . Yang pantainya benar benar kelihatan Pink adalah pantai Namo , warna pinknya lebih dibanding dengan Pink Beach , mungkin bisa seperti itu karena pantai ini lebih jarang dikunjungi dibanding Pink Beach
Pink Beach
kami saja waktu itu hanya menikmati keindahannya dari kapal karena untuk turun waktu itu ombaknya relatif cukup besar sedang laut pantainya lumayan dalam. Perjalanan selanjutnya ke Pulau Kalong ,pulau yang dipenuhi dengan pohon bakau siang itu tidak nampak seekor kalong pun ,ternyata setelah kapal kami
Namo Beach
Pulau Karang Sembilan
Pulau Kalong
Foto dekat Komodo
Di Pulau Kelor
Dermaga Komodo tampak dari bukit
Prasasti New 7 Wonders
mendekat dan awak kapal masuk kedalam pulau entah apa yang dikerjakannya ternyata tidak berapa lama dari dalam hutan bakau beterbangan ratusan kalong ( kelelawar) yang berukuran cukup besar mengitari pulau.Hari Ketiga hari terakhir kami menjelajah taman nasional Komodo tentunya  Pulau Komodo menjadi tujuan pertama kami, setelah registrasi kami mendapat pengarahan dari ranger apa yang boleh & tidak boleh selama tracking di Pulau Komodo & kami diperbolehkan memilih salah satu jalur yaitu jalur Short,Medium atau Long , dan kami putuskan memilih jalur short saja karena tujuan utamanya kan melihat komodo bukan sekedar tracking dan menurut ranger saat itu komodo yang lagi ngumpul ada di jalur short (pendek) didekat dapur.Benar jalur pendek trackingnya tidak terlalu berat setelah diajak naik kebukit untuk menyaksikan dermaga dari atas maka kita diajak turun dan tak berapa lama kita sudah bisa menjumpai beberapa komodo , istimewanya saat itu kami bisa melihat dua komodo seperti sedang berkelahi , menurut ranger momen itu jarang terjadi dan ternyata komodo tersebut
Paduan warna Biru,Putih,Hijau,Tosca & Pink
sedang kawin.Sebelum kembali ke Labuan Bajo kami mampir dulu ke pulau Kelor untuk melihat sunset ,pulau Kelor memiliki bukit yang tidak terlalu tinggi dan mudah untuk didaki , kita juga bisa snorkeling di pulau ini , yang unik didepan pulau ini tampak bukit daratan pulau Flores yang lekuk bukitnya mirip dengan gunung Batok
di Gunung Bromo Jawa Timur ,paduan laut yang tenang dan bukit bukit ini sangat indah. Puas menikmati sunset di Pulau Kelor kapal kami langsung berangkat menuju ke Labuan Bajo dan sepanjang perjalanan pulang ini kami menikmati  Bulan Purnama dari kapal dan kerlap kerlip lampu kota Labuan Bajo , sungguh suatu perjalanan yang sangat mengesankan , Terima Kasih Tuhan untuk kesempatan yang diberikan kami bisa menikmati indahnya alam ciptaanMu.
   
 
Di Pulau Kelor
Dimuat di Harian Surya 5-11-2016



   


 

Malang Night Paradise

Malang Night Paradise
Setelah sukses dengan arena bermain airnya, Hawai Waterpark yang terletak diperumahan Graha Kencana  Karanglo Malang kembali mengenalkan wahana baru yang seru dan pastinya tampil dengan konsep yang unik namanya Malang Night Paradise .
Dibuka pada tanggal 19 Juni 2017 wahana ini langsung dipadati pengunjung apalagi masih dalam rangka soft opening dan promosi dengan harga terjangkau yaitu Rp. 25.000,-- untuk weekday dan Rp. 35.000,--untuk weekend.
Malang Night Paradise menyuguhkan wahana lampion dengan macam macam bentuk seperti jamur raksasa dengan smurfnya , burung merak ,taman Tulip, angsa , mawar  , menara Pizza .
"Taman Tulip"
Tunnel of Light
Selain lampion yang cukup menarik adalah Tunnel of Light yaitu terowongan dengan atraksi cahaya dari ribuan lampu yang bisa berubah warna cocok untuk yang hobi selfie .
Suasana  semakin semarak dengan  adanya air mancur menari dengan kilauan lampu warna warni.
Sedang untuk nuansa purbakala kita bisa menikmati wahana Dinosaurus dimana patung patung Dinosaurus dibuat mirip sekali dan bisa bergerak gerak bahkan ada yang bisa dinaiki khususnya untuk anak anak .
Jam buka wahana ini mulai jam 16.30 WIB sampai dengan jam 23.00 WIB  
"Pohon Cahaya"
Wahana Dinosaurus
Air Mancur Menari

Sensasi di Coban Rais


Karena petunjuk arah menuju air terjun dipertigaan yang kurang jelas maka saya bersama dua orang suami istri dari kota Kediri masuk kejalur semak belukar yang sempit dan rimbun namun sesampai ditebing yang licin perasaan kami mulai tidak enak rupanya kami mengambil arah yang salah terbukti tidak ada orang lain lagi yang masuk ketempat itu. Akhirnya kami putuskan untuk kembali kepertigaan semula , lumayan sudah jauh juga kami kesasar.
Ternyata benar harusnya belok  kekiri bukan kekanan maka perjalanan kami teruskan lagi mulai dari pertigaan itu  menurut informasi dari lokasi itu untuk sampai ke air terjunnya butuh waktu sekitar satu sampai dua jam Medan yang saya lalui berupa jalan  setapak berupa tanah dengan kanan kiri ditumbuhi  tanaman hutan yang lumayan lebat , saya mengikuti jalan setapak itu dimana disampingnya berupa sungai kecil yang airnya mengalir dari air terjun dan beberapa kali kita harus menyeberangi sungai kecil itu yang cukup dangkal dan arusnya tidak terlalu besar sehingga memberi sensasi tersendiri .
Coban Rais
Petunjuk Arah Ke Coban Rais
Udara saat itu cerah sekali sehingga latar belakang pegunungan nampak jelas dan udaranya sejuk sekali 
Setelah melewati jalan yang sedikit naik turun akhirnya saya sampai di bebatuan cukup besar yang dialiri sungai dan membentuk air terjun kecil , saya bertanya kepada beberapa orang disekitar tempat itu ternyata untuk sampai ke air terjun Coban Rais masih perlu jalan lagi dan dikatakan sudah dekat dan benar setelah melewati jalan dengan semak semak yang agak rimbun maka mulai terdengar suara air terjun dan tak berapa lama sampailah saya dilokasi air terjun luar biasa indah dan asrinya benar benar pemandangannya masih sangat alami.
Foto dengan latar belakang Coban Rais
Wahana Sepeda Gantung
Paket Foto Batu Flower Garden
Setelah puas menikmati pemandangan disekitar air terjun selanjutnya saya kembali kearah jalan keluar  menuju areal Batu Flower Garden dimana saat ini bukit dengan lembah yang curam itu dimanfaatkan untuk wahana obyek foto antara lain kita bisa berfoto dengan sepeda yang menggantung , foto di lembaran kayu berbentuk hati dan foto di " rock garden" dengan latar belakang gunung dan bunga bunga yang bermekaran .
Saat saya kesana tiket masuk ke Coban Rais adalah Rp.10.000,--sedang kalau ingin foto foto diwahana/arel spot foto kita harus bayar lagi Rp. 25.000,-- dan kalau membawa kamera dikenakan tambahan biaya lagi Rp. 15.000,--
Batu Flower Garden
Air terjun Coban Rais memiliki ketinggian 80 meter  terletak didusun Dresel Oro Oro Ombo Batu 


Jembatan air
Batuan besar di areal bawah coban Rais

Melewati Sungai berbatu

Spot Foto Berbentuk Hati


Menyusuri Sungai Seine Dengan Kapal Pesiar Bateaux Mouches


Jika di Amsterdam  terkenal dengan wisata  canal cruise , maka Paris juga terkenal dengan wisata cruisenya  yaitu  menyusuri sungai Seine yang membelah kota Paris menjadi dua bagian Utara & Selatan.
Ketika sudah berada di Paris kesempatan untuk merasakan wisata tersebut tak saya sia siakan
Diatas Bateaux Mouches dengan latar belakang menara Eiffel
sore itu saya bergegas menuju kedermaga  sungai  untuk naik kapal Bateaux Mouches karena berdasarkan informasi yang saya dapat waktu yang tepat untuk menyusuri  dan menikmati pemandangan sungai Seine adalah  menjelang senja  hingga malam hari. Bateaux Mouches merupakan operator kapal pesiar dan perahu tour paling terkenal dan terbesar di Paris. Selain Bateaux Mouches ada juga kapal  Batobus , Bateaux  Parisiens dan Bateaux Vedettes du Pont Neuf .
Bateaux Mouches  melayani tour cruise biasa, dinner cruise, dan privat cruise. Operator kapal pesiar ini memiliki 15 kapal yang terdiri dari 9 kapal pesiar/cruise biasa, dan 6 kapal yang dilengkapi restaurant  4 dari kapal restaurant diperuntukkan sebagai kapal privat yang bisa disewa untuk resepsi dengan kapasitas 60 orang lebih.
Jembatan Alexander III
Semua kapal memiliki dua dek untuk dek bawah  tertutup dan dek atas terbuka,  kita bebas memilih ingin duduk di mana saja. Kalau dek bawah  memiliki dinding dan atap kaca transparan, serta dilengkapi pemanas ruangan dan AC sedang dek atas tanpa atap penutup  . Saya memilih naik Bateaux Mouches yang kategori biasa dengan harga tiket untuk dewasa 13 Euro sedang kalau untuk anak 5,5 Euro dengan durasi perjalanan selama 60 menit.
 Karena ingin menikmati pemandangan tanpa terhalang apapun maka saya langsung naik kedek atas tetapi karena ingin tahu saya sekali mencoba turun dan masuk didek bawah ternyata penumpang  penuh sehingga terasa didalam kurang  leluasa maka saya putuskan naik lagi kedek atas.
Meskipun musim dingin sudah hampir berakhir tetapi  suhu udara waktu itu masih berkisar empat sampai delapan derajat Celcius , sehingga di dek atas dinginnya terasa menggigit sekali apalagi   anginnya cukup kencang.
Setelah penumpang didek bawah dan atas penuh maka berangkatlah kapal menyusuri sungai Seine, ombak  sungai tidak terlalu besar sehingga diatas kapal terasa nyaman meskipun dingin sekali     
Satu demi satu  bangunan bangunan bersejarah dikanan kiri sungai seperti Gereja Notre-Dame ,Menara Eiffel, Museum Louvre, Les Invalides dan Jembatan Alexander III
yang terkenal dengan hiasan patung dan lampunya dilewati sehingga kita bisa menyaksikan keindahan arsitekturnya .
Dan tak ketinggalan kapal Bateaux Mouches juga melewati bawah jembatan Pont des Arts yang terkenal dengan gembok cintanya.
Jembatan di Sungai Seine dengan latar belakang Katedral Notre Dame

Sepanjang pinggir sungai terdapat pedestrian  untuk pejalan kaki , terdapat juga kafe ,restaurant
dan toko Sovenir , bila ingin “ mengabadikan” diri dalam  lukisan bisa menggunakan jasa pelukis yang ada diareal pedestrian  , lukisan bisa menggunakan latar belakang pemandangan sekitar sungai Seine.Uniknya di Sungai Seine yang panjangnya 776 Km juga terdapat pulau pulau kecil.
Pulau Kecil di Sungai Seine

Matahari perlahan mulai tenggelam &  sinarnya digantikan kerlap kerlip lampu kota yang mulai menyala dan kapalpun berputar kembali menuju dermaga semula .

Kembalinya kapal rupanya disesuaikan waktunya agar kita bisa melihat mulai dinyalakannya lampu menara Eiffel dan benar setelah kapal mendekat di menara Eiffel lampu lampu menara mulai menyala dan diikuti juga oleh lampu lampu bangunan sekitarnya dan luar biasa suasana menjadi sangat romantis dimana momen itu digunakan setiap pasangan untuk foto selfi dengan latar belakang menara  .

Lampu menara Eiffel mulai nyala
Senja di Menara Eiffel
Tak hanya menara Eiffel yang indah dengan lampu lampunya , tetapi suasana di sungai Seine juga tak kalah indahnya karena sinar lampu bangunan dan lampu lampu kapal yang lalu lalang gemerlap memantul ke sungai . 

Saking asyiknya perjalanan dengan   durasi 60 menit di kapal Bateaux Mouches  terasa begitu cepat dan tiba saatnya kapal kembali merapat kedermaga  para penumpang turun dan masing masing tentu mempunyai kesan sendiri sendiri , bagi saya itu adalah pengalaman yang tidak terlupakan dikota romantis Paris .
Dimuat harian Surya Tgl. 25-2-2017